Tingginya Tingkat Kriminalitas Di Kota Bekasi

Disusun Oleh
Cahyo Maulidan
2021104152478
Muhammad Syahri
202110415265
Moh Fahmi Naufal
202110415270

Bekasi merupakan kota penting disekitar ibu kota Jakarta, terdiri dari 12 kecamatan dan 56 kelurahan. Kota Bekasi berdiri ditengah wilayah seluas 210,49 km2. Bekasi termasuk kota padat penduduk ketiga se-Indonesia dengan jumlah penduduk 2,54 juta jiwa. Sekarang, Kota Bekasi juga memiliki istilah “Planet Bekasi”. Mengapa seperti itu karena menurut penduduknya, Bekasi memiliki cuaca yang sangat panas sekali, nyatanya Istilah ini disebabkan juga oleh tata lahan perdagangan dan industri serta terus meningkatnya tingkat kriminalitas yang kerap mengancam nyawa.

Menurut data Resort krimial Metro Kota Bekasi menunjukan kriminalitas terus meningkat selama 5 tahun terakhir, pada tahun 2022 telah tercatat 1920 kasus kejahatan jalanan mendominasi di Kota Bekasi, dan kerawanan itu rentan terjadipada pukul 11 malam hingga 5 subuh dini hari bahkan usia para pelaku yang melakukan tindak criminal mulai dari kalangan remaja seperti pelajar hingga dewasa dan orang tua. Adapun jenis criminal yang terjadi di Kota Bekasi sangat bermacam-macam jenisnya seperti, tawuran, pembegalan, pelecehan dan lain sebagainya. Pelaku yang melakukan tindak criminal itu semua karena faktor keadaan sosial mereka yang sangat rendah.

Karena tingkat kriminalitas yang sangat tinggi, aparat kepolisan sampai membentuk tim patroli perintis presisi, arahan langsung dari kapolda khusus untuk daerah Kota Bekasi yang dilakukan 1x24 jam setiap harinya. Aparat kepolisian mengakui bahwa tindak kriminalitas yang paling tinggi di Kota Bekasi adalah tawuran.

Menurut Bimaspol Kelurahan Margajaya, Bekasi Selatan, Bripka. Brainer Pandjaitan ada beberapa titik daerah kerawanan yang ada di Bekasi, khusunya daerah Bekasi Selatan dan Bekasi Utara. Dimana daerah tersebut sering terjadinyan aksi tawuran antar pelajar dan setiap kejadian criminal itu korban bisa menjadi pelaku dan pelaku bisa menjadi korban. Bimaspol Kelurahan Margajaya, Bekasi Selatan, Bripka. Brainer Pandjaitan menyaksikan juga tindak kriminalitas tawuran yang sangat beresiko sekali, mulai dari cacat tubuh hingga mematikan.

Menurut pengakuan dari beberapa saksi, selain adanya tindak criminal di Kota Bekasi seperti tawuran, pembegalan dan ada juga aksi balap liar. Tidak hanya balap liar saja tetapi terdapat perjudian juga di dalam aksi balap itu. Selain meresahkan masyarakat mereka juga dapat membahayakan dirinya sendiri, mulai dari kecelakaan kendaraan dan membuat krisis ekonomi dirinya sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

Bekas Rumah Belanda Yang Ada Di Jejalen Tambun Selatan, Yang Kini Di Jual