Lato-Lato Dilarang Di Beberapa Negara
Lato-lato atau clackers ball tengah menjadi tren di Indonesia. Sejatinya, mainan ini juga pernah populer di Indonesia pada era 1990-an. Meski viral dan banyak dimainkan, tak sedikit negara yang melarang mainan ini, lantaran dianggap berbahaya. Pasalnya, tak sedikit juga kasus cedera yang terjadi akibat mainan lato-lato ini. Negara mana saja yang melarang lato-lato?
1. Amerika Serikat
Berdasarkan laman United States Consumer Product Safety Commision, permainan latto-latto atau clackers ball tak dibolehkan dimainkan di Amerika karena tidak lulus uji ketahanan khusus di tahun 1985.Ini mengikuti aturan yang diberlakukan oleh Komisi Kemanan Produk Konsumen. Permainan ini bahkan ditarik kembali dari peredaran karena dianggap bisa melukai penggunanya.
Guna mencegah cedera akibat fragmentasi bola atau dari propulsi komponen yang retak secara tiba-tiba saat digunakan. Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat bahkan mengumumkan pada 6 Desember, Kantor Marsekal Amerika Serikat di Phoenix, Arizona menyita setidaknya hampir 4.600 mainan clackers ball atau latto-latto.
2. Inggris
Lato-lato ini rupanya sempat
dilarang di Inggris. Pasalnya, bunyi dari mainan ini dianggap mengganggu
kenyamanan banyak orang. Tidak cuma itu, ada hal lain yang membuat mainan ini
dilarang di Inggris.
Anak-anak di kota Torquay,
Inggris tak luput dari demam clackers balls. Sayangnya beberapa orang tak
bertanggung jawab kerap menyalahgunakan mainan ini. Hadirnya clackers balls
menimbulkan kekacauan sosial.
Kantoversi clackers balls
terus meliputi Inggris. Sebab, mainan itu mirip boleadora sebuah senjata milik
koboy Argentina. Koboy Argentina menggunakan boleadora untuk menangkap guanco
atau hewan yang mirip seperti llama.
Clackers balls atau lato-lato
juga sempat melukai anak-anak di Inggris. Bahan bola yang terbuat dari akrilik
keras dapat meledak begitu saja ketika pecah. Tidak sedikit juga kasus
anak-anak mengalami patah tulang karena makanan tersebut.
3. Mesir
Mesir juga jadi negara yang turut melarang permainan lato-lato. Pelarangan ini dikeluarkan pada 2017, ketika Mesir dipimpin oleh Presiden Abdul Fattah El-Sisi.
Mainan ini dianggap
menghina sang presiden, sehingga akhirnya dilarang. Jadi, masyarakat Mesir
sempat menyebut mainan ini dengan sebutan sisi's ball. Sialnya, penyebutan ini
dianggap menghina presiden karena merujuk ke alat kelamin presiden.
Comments
Post a Comment