Mengenal Lebih Dalam Sejarah Gedung Juang Bekasi, Yang Kini Menjadi Museum Berbasis Digital Di Kabupaten Bekasi
| Gambar 1; dokumentar pribadi |
Menjadi salah satu bagian bukti sejarah yang berada di
Kabupaten Bekasi, Gedung juang sudah banyak menyimpan sejarah dan menjadi saksi
dari setiap perlawanan dari para pemuda Indonesia untuk mempertahankan gedung
tersebut.
Gedung Juang Bekasi atau biasa disebut dengan Gedung
tinggi atau Gedung juang tambun 45 kini telah disulap menjadi museum yang
banyak menyimpan benda bersejarah dan dikemas dengan baik dalam bentuk modern
dan bentuk digital. Hal tersebut menjadikan Gedung juang menjadi tempat
destinasi atau wisata sejarah yang paling modern di Kabupaten Bekasi.
| Gambar 2; dokumentar pribadi |
Gedung ini terletak pada Jl. Sultan Hasanudin No.39,
Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Gedung juang ini sudah berdiri pada era kolonial
bangsa belanda, karena pada awalnya bangunan ini milik seseorang bangsawan dari
negri China yang Bernama Khouw Tjeng Kee dan tuan tanah yang Bernama Luitenant
der Chinezen. Yang pada awalnya Gedung ini dahulunya hanya sebuah tempat tinggal pada umunya beserta tempat
untuk mengawasi pertanian dan perkebunan yang dimiliki keluarga beliau. Dan
sudah mengalami dua kali tahap pembangunan pada tahun 1906 hingga 1910 dan
kemudian dilanjutkan kembali pembangunan tersebut pada tahun 1925.
| Gambar 3; dokumentar pribadi |
Menurut informasi dari staff yang bekerja di Gedung juang, yaitu sabita, ternyata tanah milik Khouw Tjeng Kee telah dirampas oleh para penjajah jepang dan mengambil alih Gedung tersebut dan dijadikan sebagai markas militer pemerintahan jepang. Pada saat itu peperangan sempat terjadi melawan para penjajah belanda, para tentara jepang memenangkan peperangan tersebut dan menjadikan gedung juang sebagai pusat dari pertahanan mereka.
Jepang pada akhirnya mundur pada tahun 1945, karena
Komite Nasional Indonesia (KNI) berjuang dengan sungguh-sungguh untuk merebut
dan mengambil alih gedung juang dan menjadikan gedung tersebut kantor untuk
Kabupaten Jatinegara serta sekaligus dijadikannya markas pusat komando
Perjuangan para Repunlik Indonesia untuk bisa menghadapi para tentntara sekutu seperti para tentara belanda yang pada
saat itu ingin merebut kembali Republik Indonesia.
Dan benar telah tebukti, Belanda pun merebut kembali
gedung juang ditahun 1949, tetapi dengan semangat yang sangat membara dari para
pejuang Republik Indonesia, mereka telah berhasil menguasai lagi gedung juang.
Dan pemerintahan berjalan kembali.
“Dinas PUPR Kabupaten Bekasi pertama kalinya menempati gedung ini pada tahun 1950, kemudia satu tahun setelahnya markas dari Batalyon Infanteri Raider menjadikan gedung juang sebagai kantor juga dan seterusnya beberapa dari pemerintahan daerah juga terus ikut andil mengisi gedung juang sampai tahun 1982”. Ucap rendi staff dari gedung juang.
| Gambar 4; dokumentar pribadi |
Setelah membahas sejarah singkat tentang gedung juang, isi dalam museum pun banyak peningglan berharga yang mempunyai begitu daya tarik, terlebih gedung juang telah menggunakan alat digital yang modern untuk bisa ditampilkan sejarah-sejarah pada zaman dahulu. Selain itu bentuk dari ornament gedung yangmasih sangat asli menjadikan hal tersebut begitu elegan untuk dilihat dengan mata.
Ketika memasuki gedung tersebut, banyak sekali ruang-ruang yang menampilkan foto-foto sejarah Bekasi masa penjajahan dari zaman dahulu sampai kini masa kemerdekaannya.
| Gambar 5; dokumentar pribadi |
Dan didalamnya juga terdapat ruangan yang menggunakan digital, untuk bisa diekspor sejarahnya dari tahun-ketahun. Selain itu juga banyak sejarah-sejarah tentang kerajaan yang pernah berhubungan dengan Bekasi, yaitu termasuk kerajaan Tarumanegara dan kerajaan Sumedanglarang.
| Gambar 6; dokumentar pribadi |
Selain banyaknya prasasti sejarah digedung juang Bekasi, didalamnya juga tedapat ruang digital mengenai sejarah gedung, sejarah kerajaan, dan sejarah Bekasi yang dapat disaksikan pengunjung melalui sebuah video atau bahkan buku digital.
| Gambar 7; dokumentar pribadi |
| Gambar 8; dokumentar pribadi |
| Gambar 9; dokumentar pribadi |
“Jangan Sekali-Kali Meninggalkan Sejarah (Never Leave History)”- Bung Karno. Seperti apa yang dikatakan beliau dalam kutipan kata-katanya yang saya lihat di gedung juang, beliau menegaskan agar kita akan selalu ingat akan sejarah dan tidak meninggalkan sejarah tersebut. Karena hadirnya zaman yang kini sangat modern bagi Republik Indonesia, ada jejek sejarah yang menjadi cermin agar negara menjadi lebih maju. Karena sejarah singkat tentang gedung juang akan sangat bermanfaat bagi bangsa, terlebih bagi seluruh warga Bekasi.
Comments
Post a Comment