Pengusaha Es Krim Lulusan SD

Ditulis Oleh
Choirul Imam Awaludin
202110415070

Lahir pada tahun 1974 di Blora Jawa Tengah ia berasal dari keluarga yang kurang mampu ayahnya merupakan pengembala sapi karena keterbatasannya, sanawi tidak bisa melanjutkan pendidikan. Bahkan dia juga tidak bisa baca dan tulis dari kecil hingga remaja sanawi mengikuti orang tuanya untuk mengembala sapi milik tetangga. dirinya dianggap sebagai pemuda yang tidak punya masa depan yang cerah. Namun hal ini tidak mengecilkan semangat dirinya untuk merubah nasib, sanawi ketika usianya 16 tahun dia diminta orang tuanya untuk merantau ke Jakarta bermodal uap 7500 dari hasil jualan ketela sanawi berangkat dengan tetangganya untuk Merantau namun sayangnya dirinya terpaksa harus pulang lagi karena tetangganya justru meninggalkan dia sendirian di terminal, kembali pulang sambil menangis tetangganya meninggalkan dia sendirian karena sanawi beranggapan bahwa ia ditinggalkan karena sebagai orang yang paling miskin dan jelek sendiri, pengalaman buruk ditinggal di terminal tidak menyurutkan semangat sanawi untuk mengubah nasib kali ini dia bertekad pergi ke Jakarta lagi sendirian sanawi Lalu tiba di Jakarta dan turun di terminal bus Pulogadung ia bersedia bekerja apa saja untuk merubah nasib.

Awalnya sanawi berusaha mencari kerja jadi kuli bangunan Namun sayangnya tidak mudah dia pun terus berjuang dan tidak patah semangat sanawi lalu berkeliling di Kompleks Perumahan sambil berteriak rongcat-rongcat, hal ini membuat orang lain penasaran apa yang diteriakkan oleh sanawi, ternyata artinya pemborong cat jadi dia menawarkan jasa untuk mengecat rumah secara borongan. Hidup yang dijalani sanawi  cukup berat dia seringkali tidur di taman di emperan toko dan sebagainya. Namun semua ini tidak membuatnya menyerah pilihan yang terbatas mendorong sanawi bekerja lebih giat lagi setiap harinya pada tahun 2006 tanawi pindah ke Samarinda bersama teman-teman proyeknya di sana hidupnya tidak ada itikad.

Ia pun berpikir untuk mencari penghasilan tambahan ketika Mencari peluang bisnis sanawi bertemu dengan teman yang berjualan es krim. Ia pun menawarkan diri untuk ikut berjuang sanawi mengumpulkan modal dari pinjaman temannya sebesar Rp60.000 Setiap hari dia pergi berkeliling dengan sepeda untuk menjual es krim buatannya.  dengan harga Rp1.000 perjalanan dari rumah ke rumah ternyata membuahkan hasil walaupun sering juga dia diusir oleh orang tua yang tidak mau anaknya membeli es krim. dalam sehari sanawi.

Berhasil mengantongi keuntungan sebesar Rp150.000 kenyataan ini baru buat sadar kalau berjualan es krim sangat menjanjikan. dia pun semakin bersemangat dengan Hidup, dan sangat hemat sanawi mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dia punya prinsip kalau pantang makan sebelum laku sanawi pun akhirnya berhasil membeli motor dan mobil untuk menunjang usahanya berhasil membeli motor dan mobil untuk menunjang usahanya namun tidak berhenti sampai di situ dia pun tetap belajar cara berbisnis sanawi punya prinsip Kalau mau kaya harus bergaul dengan orang yang kaya itulah yang dilakukan, berusaha berbaur dengan para pedagang sukses dari situ sanawi belajar untuk mengembangkan potensi bisnis es krim dia tidak hanya berjualan sendirian namun sanawi juga berusaha untuk membangun jaringan penjual es krim.

Pada tahun 2010 sanawi, sudah memiliki 400 pengecer yang disebutnya sebagai Mitra lalu usahanya berkembang pesat lagi Hingga kini memiliki lebih dari 100 Mitra yang dilayani melalui 27 sub distributor es krim yang tersebar di berbagai wilayah mulai dari Samarinda Kalimantan ,Manado, Batam dan Jakarta, dan hingga sampai sekarang bisnis es krim nya berjalan dengan baik dan mendapatkan omset yang tinggi disetiap bulan nya.

Comments

Popular posts from this blog

Bekas Rumah Belanda Yang Ada Di Jejalen Tambun Selatan, Yang Kini Di Jual