Pengusaha Es Krim Lulusan SD
Lahir pada tahun 1974 di Blora Jawa Tengah
ia berasal dari keluarga yang kurang mampu ayahnya merupakan pengembala sapi
karena keterbatasannya, sanawi tidak bisa melanjutkan pendidikan. Bahkan dia
juga tidak bisa baca dan tulis dari kecil hingga remaja sanawi mengikuti orang
tuanya untuk mengembala sapi milik tetangga. dirinya dianggap sebagai pemuda
yang tidak punya masa depan yang cerah. Namun hal ini tidak mengecilkan
semangat dirinya untuk merubah nasib, sanawi ketika usianya 16 tahun dia
diminta orang tuanya untuk merantau ke Jakarta bermodal uap 7500 dari hasil
jualan ketela sanawi berangkat dengan tetangganya untuk Merantau namun
sayangnya dirinya terpaksa harus pulang lagi karena tetangganya justru
meninggalkan dia sendirian di terminal, kembali pulang sambil menangis
tetangganya meninggalkan dia sendirian karena sanawi beranggapan bahwa ia
ditinggalkan karena sebagai orang yang paling miskin dan jelek sendiri, pengalaman
buruk ditinggal di terminal tidak menyurutkan semangat sanawi untuk mengubah
nasib kali ini dia bertekad pergi ke Jakarta lagi sendirian sanawi Lalu tiba di
Jakarta dan turun di terminal bus Pulogadung ia bersedia bekerja apa saja untuk
merubah nasib.
Awalnya sanawi berusaha mencari kerja jadi
kuli bangunan Namun sayangnya tidak mudah dia pun terus berjuang dan tidak
patah semangat sanawi lalu berkeliling di Kompleks Perumahan sambil berteriak rongcat-rongcat,
hal ini membuat orang lain penasaran apa yang diteriakkan oleh sanawi, ternyata
artinya pemborong cat jadi dia menawarkan jasa untuk mengecat rumah secara
borongan. Hidup yang dijalani sanawi
cukup berat dia seringkali tidur di taman di emperan toko dan
sebagainya. Namun semua ini tidak membuatnya menyerah pilihan yang terbatas
mendorong sanawi bekerja lebih giat lagi setiap harinya pada tahun 2006 tanawi
pindah ke Samarinda bersama teman-teman proyeknya di sana hidupnya tidak ada
itikad.
Ia pun berpikir untuk mencari penghasilan
tambahan ketika Mencari peluang bisnis sanawi bertemu dengan teman yang
berjualan es krim. Ia pun menawarkan diri untuk ikut berjuang sanawi
mengumpulkan modal dari pinjaman temannya sebesar Rp60.000 Setiap hari dia
pergi berkeliling dengan sepeda untuk menjual es krim buatannya. dengan harga Rp1.000 perjalanan dari rumah ke
rumah ternyata membuahkan hasil walaupun sering juga dia diusir oleh orang tua
yang tidak mau anaknya membeli es krim. dalam sehari sanawi.
Berhasil mengantongi keuntungan sebesar
Rp150.000 kenyataan ini baru buat sadar kalau berjualan es krim sangat
menjanjikan. dia pun semakin bersemangat dengan Hidup, dan sangat hemat sanawi
mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dia punya prinsip kalau pantang makan
sebelum laku sanawi pun akhirnya berhasil membeli motor dan mobil untuk
menunjang usahanya berhasil membeli motor dan mobil untuk menunjang usahanya
namun tidak berhenti sampai di situ dia pun tetap belajar cara berbisnis sanawi
punya prinsip Kalau mau kaya harus bergaul dengan orang yang kaya itulah yang
dilakukan, berusaha berbaur dengan para pedagang sukses dari situ sanawi
belajar untuk mengembangkan potensi bisnis es krim dia tidak hanya berjualan
sendirian namun sanawi juga berusaha untuk membangun jaringan penjual es krim.
Pada tahun 2010 sanawi, sudah memiliki 400 pengecer yang disebutnya sebagai Mitra lalu usahanya berkembang pesat lagi Hingga kini memiliki lebih dari 100 Mitra yang dilayani melalui 27 sub distributor es krim yang tersebar di berbagai wilayah mulai dari Samarinda Kalimantan ,Manado, Batam dan Jakarta, dan hingga sampai sekarang bisnis es krim nya berjalan dengan baik dan mendapatkan omset yang tinggi disetiap bulan nya.

Comments
Post a Comment